Jumat, 02 November 2012

Terimakasih







masih harukah aku jelaskan apa yang aku rasakan saat ini? 
tak banyak yang ingin kuucap, hanya saja, aku ingin berterima kasih untuk hidupku, dan semua yang terlibat di dalamnya.
karena kalian sudah sangat membantuku membangun tembok untuk menutupi tiap celah fisik, hati dan otakku dengan semua yang kalian lakukan.
aku muak, 
sangat muak untuk selalu dituntut tersenyum and put a happy face di setiap saat, tiap waktu.
apapun yang kalian katakan atau diktekan, aku harus selalu menganggukan kepalaku.
seperti binatang peliharaan yang diseret-seret kemana-mana tanpa ampun dan dituntut untuk segala kesempurnaan di tiap tempat ruang dan waktu.
aku tersenyum. selalu tersenyum. meski sebenarnya tak sedikit waktu yang kuhabiskan berkutat sendiri melawan egoku untuk berteriak-teriak, meronta-ronta, memukul-mukul apapun..
untuk apa?
untuk menyenangkan kalian , wahai manusia berlabel "tegakah engkau tak menurutiku" ?
sampai kapan aku akan menjadi boneka kalian?
aku terlalu muak menjadi 'putri yang baik'. 'putri yang baik' tak dapat apa-apa. 'putri yang baik' hanya akan diinjak-injak.
apa yang didapatkan 'putri yang baik' ? ini dia hadiah untuk 'putri yang baik' :
DITINGGALKAN, KECEWA, DISAKITI, DIBOHONGI, KESEPIAN, DIACUHKAN, DIHIANATI, LUKA, AIR MATA
kalian menuntut segala kesempurnaan dariku. sadarkah kalian? aku ini manusia! kenapa kalian tak beli saja sebuah robot yang sempurna untuk memuaskan kalian? aku akan dengan senang hati membantu mendanainya. 
sangat menggelikan ketika sesudah semua yang aku lakukan untuk kalian, sekalinya saja aku mengemukakan pendapatku, muncullah gembok itu dari mulut seorang diantaranya 
"tega sekali kamu hanya memikirkan dirimu sendiri!"
kau tau apa yang ingin kulakukan saat bisa itu mencuat dari bibirmu? aku ingin mendorongmu ke jurang paling curam di dunia.
HAHA
lucu sekali. tega sekali aku memikirkan diriku sendiri............. tak punyakah engkau kaca untuk bercermin? sejak kapan aku punya waktu untuk memikirkan diriku sendiri sementara kalian sibuk menyeret-nyeret semua harapanku , kekuatanku, mimpiku untuk diri kalian sendiri?
aku marah . sangat marah.

dan untuk kalian yang menyebutku sebagai manusia dinding batu yang berperasaan dingin membeku,
well, terima kasih banyak telah membentukku menjadi seperti ini. sekali lagi terimakasih.
bukankah hidup memang keras?

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com
Sponsored by Free Web Space