Buat kamu, Y.N.S.
Hari ini aku mendengar semuanya darimu, cinta lamaku...
Setelah lama kamu menghilang, dan tanpa meminta ijin, sebagai kejutan, kamu datang.
Kamu datang dengan senyum yang biasa. Masih seperti dulu.
Kamu duduk di tempat yang biasa kita tempati. Masih seperti dulu.
Kamu memainkan lagu-lagu kesukaanku dengan gitar. Masih seperti dulu.
Kamu berbicara, bergerak, memandang, menyenangkanku dengan caramu yang membuatku kagum. Masih seperti dulu.
Aku akui, masih ada sedikit rindu itu dalam batin ini. Bukan rindu akan kisah-kisah lama kita cinta, tapi sebatas merindukan kehadiranmu dalam hari-hariku, seperti dulu.
Aku terkejut, sangat terkejut ketika akhirnya kamu, priaku yang kuat, pahlawan dalam masa laluku, menangis.
Kamu tumpahkan semua yang kamu sembunyikan dariku selama ini.
Kamu bilang bahwa kamu masih sayang, masih rindu, masih cinta. Tapi juga kamu bilang bahwa kamu tidak menginginkan aku kembali menjadi milikmu. Kamu bilang bahwa kamu sangat mengikhlaskan diriku yang kamu sayangi dijaga oleh tangan lain yang lebih pantas.
Kamu bilang kamu akhirnya merelakan aku pergi dari hidupmu.
Tapi cinta, kamu tidak memintaku melupakan masa lalu kita.
Kamu datang dengan senyum yang biasa. Masih seperti dulu.
Kamu duduk di tempat yang biasa kita tempati. Masih seperti dulu.
Kamu memainkan lagu-lagu kesukaanku dengan gitar. Masih seperti dulu.
Kamu berbicara, bergerak, memandang, menyenangkanku dengan caramu yang membuatku kagum. Masih seperti dulu.
Aku akui, masih ada sedikit rindu itu dalam batin ini. Bukan rindu akan kisah-kisah lama kita cinta, tapi sebatas merindukan kehadiranmu dalam hari-hariku, seperti dulu.
Aku terkejut, sangat terkejut ketika akhirnya kamu, priaku yang kuat, pahlawan dalam masa laluku, menangis.
Kamu tumpahkan semua yang kamu sembunyikan dariku selama ini.
Kamu bilang bahwa kamu masih sayang, masih rindu, masih cinta. Tapi juga kamu bilang bahwa kamu tidak menginginkan aku kembali menjadi milikmu. Kamu bilang bahwa kamu sangat mengikhlaskan diriku yang kamu sayangi dijaga oleh tangan lain yang lebih pantas.
Kamu bilang kamu akhirnya merelakan aku pergi dari hidupmu.
Tapi cinta, kamu tidak memintaku melupakan masa lalu kita.
Terimakasih cinta lamaku, karena telah menunjukkan padaku kasih sayang yang tidak egois, cinta yang tidak harus memiliki, dan dukungan yang tak harus tampak di depan mata.
Terimakasih untuk semua kenangan dan pelajaran yang pernah kamu berikan.
Terimakasih telah berlapang dada melepaskanku dari rengkuhanmu untuk kebaikanku dan kebaikanmu. Kebaikan kita.
Terimakasih telah mencintaiku.
Terimakasih pernah menuliskan cerita-cerita indah di hidupku.
Terimakasih untuk semua kenangan dan pelajaran yang pernah kamu berikan.
Terimakasih telah berlapang dada melepaskanku dari rengkuhanmu untuk kebaikanku dan kebaikanmu. Kebaikan kita.
Terimakasih telah mencintaiku.
Terimakasih pernah menuliskan cerita-cerita indah di hidupku.
Cinta, terimakasih.
With Love,
Beatric

0 komentar:
Posting Komentar