Sabtu, 24 November 2012

Aku dan Mimpi


    Ya aku aku tau ini seorang pemimpi. Aku memimpikan hal-hal besar yang selalu kau tertawakan. Tapi apa sih yang bisa kau beri untukku? Apa yang tersisa dariku jika bukan mimpi2 itu? Kalau kau tak bisa menjanjikan apa2 untuk hidupku dan keluargaku serta masa depanku, lebih baik kamu diam. Biarkanlah aku dan mimpi besarku berkelana ke arah ia mau.
    Aku hidup oleh mimpi. Mimpi adalah napasku. Mimpilah yang memacuku untuk tetap berlari, berlari, dan berlari. Menerjang semua duri yang siap menghujam tiap lekuk kulitku jika aku memberontak. Tapi aku pikir itu adalah sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan. Aku tidak akan pernah memperhatikan semua ucapanmu, karena aku tidak membutuhkan sesuatu yang menahan sayapku. Jika kau hendak berucap, ucaplah sesuatu yang menerbangkanku, bukan yang membuatku berdarah. Bukankah jika aku berhasil meraih mimpiku itu, aku akan selalu membagikan senyuman di bibirmu yang selalu berucap sinis padaku itu?
   Mimpi adalah kaki yang menopangku berdiri. Mimpi adalah mata yang tertutup lensa pelangi masa depanku. Mimpi adalah tangan yang mengusap kekecewaan yang menyerangku yang sudah tak berdaya. Mimpi adalah angin yang kuhembuskan untuk menyatakan cintaku untukmu saudara-saudaraku.
   Aku mencintai mimpiku, sedalam aku mencintai kamu. Meski tak pernah terlihat lebih jelas dari setitik cahaya redup, tapi mimpilah yang menuntunku pada sinar yang menghangatkan di ujung sana.


Aku bermimpi. 
Aku pemimpi. 
Aku mencintai mimpiku. 
Aku mencintaimu.



beatric ~

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com
Sponsored by Free Web Space