natal tahun ini..
aku nggak tau kenapa, tapi aku nggak suka ..
aku bersyukur, aku masih bisa menghirup aroma natal di luar fisikku.. tapi tidak untuk jiwaku.
aku rindu natalku yang sederhana, namun lengkap..
Tuhan, aku rindu ayahku, ibuku, adik-adikku, keluargaku.. aku rindu natalku bersama mereka seperti dulu..
ketika mama dan papaku diam-diam membungkus kado natal untukku dan adikku. Tuhan aku rindu..
Dan hari ini yang kudengar adalah pertengkaran mereka. LAGI.
dan lagi-lagi, aku terjebak di tengah-tengah teriakan mereka.. Tuhan, hentikan! tolong :( aku tidak kuat..
Mungkin mereka yang melihat, aku baik-baik saja
tapi Tuhan, engkau yang bisa melihat dalamnya luka di hatiku. hanya Kau yang mengerti..
menyakitkan ketika aku bisa mengucap dan mereka bisa mendengar, tapi tidak pernah berhenti..
Tuhan, aku takut.. Tuhan peluk aku , sebentar saja.. sebentar saja aku butuh pelukanMu, dan aku akan merasa baik-baik saja Tuhan .. Tolong :(
Tuhan, di natalku kali inipun, Kau ambil satu lagi malaikatku, mama Sofie Sungkar.. Kau ambil dia sebelum aku sempat mencium tangannya..
Tuhan, aku tahu ini yang terbaik, Tuhan terlalu sayang padanya hingga Engkau putuskan untuknya akhiri sakit yang dia derita.. Tuhan, aku sedih, tapi mama Sofie pulang untuk ambil sayapnya yang ada disana.. Tuhan, jaga dia ya? Tuhan, meski aku belum sempat ucap ini, tapi sampaikan, Beatric sayang Mama Sofie :')
Tuhan, buat Ramdhanku kuat.. Tuhan, aku ingat mimpi ramdhanku untuk membuat mama Sofie haji, dan belum sempat dia laksanakan, tapi Tuhan, tinggikan mama Sofie, karena hatinya yang cantik itu telah mencapai puncak keindahannya sebagai wanita, ibu, dan sahabat yang sempurna..
Tuhan, Engkau yang paling tahu apa yang aku dan Ramdhan rasa.. Tuhan, hanya padaMu kami berserah dan menaruh lelah hati kami.. Tuhan, sertailah kami, selamanya...
Tuhan, terimakasih untuk segala berkatMu. Terimakasih Tuhan, terimakasih...
Tuhan, ijinkan aku bersandar sebentar ya, aku lelah... hatiku sangat lelah





