Selasa, 06 November 2012

dear mother.


mama,
maaf, kalo akhir-akhir ini Beatric sering bikin mama sedih, bingung, atau nangis..
beatric ngga pernah maksud buat bikin mama kaya gitu, tapi beatric udah ngga kuat ma..
bukan juga karena beatric ngga sayang mama, tapi justru karena beatric terlalu sayang sama mama, beatric ngga  pernah tega liat mama tu nangis..

selama ini, beatric tu sedih, beatric tertekan, ngga kuat, beatric sering lho nangis sendiri dikamar kalo ngga ada yang liat.
tiap beatric punya masalah, beatric ngga pernah cerita sama mama karena beatric tau jadi mama itu berat banget, makanya beatric nggak mau nambahin beban pikiran beatric. itulah mungkin kenapa beatric jadi anak yang tertutup. terlalu tertutup malah.

mama pernah bilang dulu,  bernard itu sakit. hatinya sakit, jiwanya sakit, belom bisa nerima keadaan. beatric ngerti. ngerti banget. karena walaupun ngga terlihat, beatric juga ngalamin itu smua. stres, depresi, tertekan, bingung, pengen mati... beatric alamin itu semua sendiri ma. sendiri. cuma karena beatric sayang mama.
semua orang fokus menjaga hati bernard, pinkan, sama dimas. sedangkan beatric dianggap sudah bisa jaga hati beatric sendiri. itulah ma, disini beatric mau bilang. beatric juga manusia. walaupun nggak terlihat, tapi beatric punya luka-luka itu. bahkan mungkin jauh lebih parah
beatric tutupin semua luka beatric itu serapat mungkin karena beatric sadar, beatric satu-satunya tiang buat kalian semua tetap berdiri tegak, buat kalian semua tetap waras dan punya harapan.
mungkin beasiswa buat orang lain adalah hadiah atau anugrah. tapi buat beatric, itu kebutuhan. buat kalian.
waktu beatric masuk keperawatan, beatric jelas-jelas nggak suka, nggak minta, ngga ada rasa nyaman di bidang itu, tapi beatric masuk situ karena tiap kalian bicara tentang hal-hal itu, mata kalian berbinar-binar, kelihatan semua harapan-harapan kalian disitu. mana beatric tega hancurin harapan-harapan kalian yang jarang banget kalian tunjukkan ke dunia?
beatric telan semua keinginan beatric buat kalian.

'anak pintar'.
itu label yang tertanam erat di dadaku mungkin. pernah nggak bayangin susahnya jadi aku?
dengan label itu, aku jadi anggap dewa.
di bidang yang nggak aku suka sama sekali, di lingkungan yang menguras semua energi otak dan fisikku, aku harus tetap berdiri tegak dan waras.
pagi sampai sore aku dipaksa membaca, menghafal, berkutat dengan hal-hal yang sebenarnya sama sekali nggak menarik minatku. buat apa? buat dapetin senyum kalian, orang-orang kecintaanku.
aku rela lho jalanin itu semua, dengan sedikit suntikan energi dariku sendiri untuk diriku sendiri , yaitu : nanti setelah semua lelah di kampus, aku akan pulang lihat kalian semua tersenyum menyambutku.
tapi apa sih yang aku dapet? aku cuma dapet curhatan tentang betapa susahnya hati kalian. disini semangatku hancur..
tapi hatiku, melarang keras mataku buat nangis. aku selalu pakai topengku : senyum bet, pura-pura kuat, demi mereka.
mungkin nggak pernah mama sangka, tapi ya begitulah aku selama ini.

detik-detik nggak kuatku mulai ketika bernad berenti skolah. harus teriak-teriak, bertengkar dulu buat pakai kendaraan ke kampus, sedangkan aku dipandang cukup kuat buat ngalah. tau nggak sih kalo hal-hal kecil ini bikin konsentrasiku hilang dalam kuliah?
tapi aku masih punya semangat nyelesaiin kuliahku, maka waktu itu aku minta kos. untuk apa? buat nata hatiku. sendiri. aku butuh waktu buat berpikir, mengembalikan konsentrasi dan harapan2ku yang tinggal segaris.
dan akhirnya, permintaan inipun tertolak.
hancur sudah harapanku untuk tetap waras.
 nggak ada lagi semangatku.
maaf, aku sering bohong tentang nggak ada kelas. aku bohong, aku nggak pengen pergi ke kampus, otakku capek dipaksa nerima materi-materi memuakkan tentang darah, urin, suntikan.... aku mau muntah.

semua permintaanku, cuma dianggap sia-sia dan nggak pernah dapet perhatian kalian yang sesungguhnya.
nggak pernah didengar.... nggak pernah dapet dukungan..
itulah dimana hari hari depresiku mulai, jalani hari dengan topeng senyum bahagia yang kupasang makin erat menutupi luka-lukaku yang makin besar.

kemarin waktu aku minta pergi ke manado, itu juga caraku buat nata ketidakberesan hidupku. aku bakal balik kok, sumpah. tapi sekali lagi, permintaanku, benteng terakhir pertahanan kewarasannku kalian acuhkan.

ada yang pernah bilang " TEGA BANGET KAMU "
oh ya? sakit banget lho denger kata-kata itu. dengan semua yang aku lakukan, aku dibilang tega banget.
FRUSTASI. POOOOOOLLLLL


aku ngga tau apa yang akan aku lakuin ke depannya. tapi aku janji apapun yang aku lakukan mulai saat ini, semuanya aku lakuin buat kalian. buat masa depan kita.

tapi kali ini, sekali saja, ijinkan aku lakukannya dengan keputusanku sendiri.

aku sayang mama.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com
Sponsored by Free Web Space