Minggu, 10 Maret 2013

Tak Seperti Malam Biasanya

 oleh Beatrice Posumah pada 15 Desember 2012 pukul 4:16


Sebelum malam ini, insomnia tidak pernah benar-benar menggangguku.
Bahkan malam , kegelapan, dan dinginpun sudah menjadi rekan dalam kesunyianku.
Malam , meski tanpa suara, selalu menyanjungku dengan cahayanya.
Gelap, meski tanpa warna, menawarkan ruang untuk berpangku padanya.
Dingin, meski kadang memilukan, tak pernah berhenti menyeretku yang lunglai pada kenyataan dan hidup.

Tapi ini beda.
Malam masih diam, gelap masih menentramkan, dingin masih menggelitik..
Namun ada yang kurang!
RASAnya, ada yang kurang. Tapi apa?

Aku pejamkan mata, mengijinkan gelap menekanku pada pekat. Aku mendengarkan, agak hatiku tak malu berucap.

Dan, aku tahu apa yang kurang. Aku tahu apa yang kumau.

SUARA.

Aku ingin dengar suara. Terlampau sunyi disini, di dalam diriku. Aku rindu suara. Aku butuh suara.

Aku menunggu, terpaku dalam diam.

Lalu datang.
Suara yang kuinginkan. Bukan, bukan kebisingan yang memuakan. Bukan pula simfoni yang mengundang air mata.

Namun itu suara yang kuinginkan..
Suara yang merambat bersama angin, membelah air udara dan benda untuk mencapai kekalutanku.

Suara ini menenangkan.. Berbisik.. Menemani.. Menggenggamku menembus selaput rindu ke ujung mimpi , untuk menemui pemiliknya.
Ya, sang pemilik suara...

Ahhh.. Tuhan, aku suka suara ini. Aku suka. <3

.23




taken from :  https://www.facebook.com/notes/beatrice-posumah/tak-seperti-malam-biasanya/217997851668817

 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com
Sponsored by Free Web Space