biarkan sekali ini saja kuluapkan kecintaanku pada sosok ini..
dia adalah manusia yang penuh kelemahan, kekurangan, ketakutan, ketidakberdayaan... coba saja, palingkan sebentar wajahmu menghadapnya. dan kau akan melihat betapa rapuh dan sakitnya dia. manusia tak bertulang, tak berduri, tak bersayap, juga tak punya kekuatan bahkan untuk balas menatapmu. lemah.
jangan dulu engkau berpaling dari ketidaksempurnaannya.. mari, tengok sekali lagi. namun kali ini, hadapkan wajahmu tepat di depan wajahnya yang kuyu, lalu tutuplah matamu.
apa yang kau lihat?
nampakkah segala yang mencuat di mataku dalam matamu juga?
apakah kau juga melihat cahaya yang kulihat? tidak, bukan cahaya yang benderang, bukan. hanya titik titik lemah nyala kuning redup yang mencoba tetap kokoh dalam kepekatan pejaman mataku. redup, sangat redup.. namun kokoh, tak bergeming sedikitpun. keredupan inilah yang membuatku tetap sadar meski berada dalam pekatnya masaku bernapas...
sekarang, tajamkanlah telingamu.
nah, apa kau dengar itu? ya, suara napasnya. dengarkanlah baik-baik tiap hembusan yang ia usahakan setengah mati itu. apakah terdengar juga ditelingamu bahwa di tiap hembusan napasnya dia menerbangkan sebuah pesan? jika kau ijinkan pesannya menggelitik telingamu, kau akan selalu mendengar 'aku menyayangimu'...
kini, rasakanlah keberadaannya. apakah terasa di kulitmu ia menyentuhmu? bukan, bukan sentuhan nyata karena tangannya terlalu lemah untuk menggapaimu. namun resapilah kehangatan yang melingkupinya dan kemudian menyebar memelukmu, merangkulmu didalamnya. hangat bukan? ya, sentuhan ini begitu hangat karena dia tidak mencoba menyentuh tubuhmu, namun merangkul dan menguatkan hatimu, membalut luka-luka hatimu dengan cintanya...
jika kau tak bisa melihat, mendengar, serta merasakan apa yang kugambarkan, tak apa.. setidaknya kini kau mengerti betapa aku mengaguminya. karena keindahan sosoknya hanya bisa dirasakan oleh jiwa dan hati yang bertaut dalam kefanaan dunia sementara ini. hanya kami.
pulanglah kerumahmu, berlututlah di hadapan ibumu, dan satu hal kujanjikan padamu, kau akan bisa melihat, mendengar, dan merasakan apa yang terjadi pada hidupku yang abu-abu. Ya, akan kau temukan semua itu di dalamnya. telan segala keindahannya, simpan rapat-rapat dalam hati.
dia adalah bukti nyata kasih yang maha Esa kepadamu.
(teruntuk bidadari berhati baja milikku, Yuliana Mega Wardhani. mama)
-beeatric
0 komentar:
Posting Komentar