Kamis, 09 Mei 2013

DB 4282 AS :*


  • 1 Mei
  • Beatrice Posumah
    Beberapa hari inii, nomor kamu ndak aktif..
    Aku coba terus hubungi kamu, tapi nggak bisa ..
    Bisa nggak kamu bayangin betapa sedihnya aku ?
    Betapa aku haus akan suaramu ? 
    Aku jadi ingat saat pertama kalinya kita harus pisah jarak bulan november tahun 2012 itu ,
    Saat aku harus pulang ke jogja dan kamu yang antar aku ke bandara.
    Pertama kalinya aku lihat kamu sedih dalam senyummu..
    Lalu kamu tidak menghubungiku seharian,
    Membuatku berpikir bahwa kamu itu cuma ada di kayalanku saja..
    Persis seperti saat ini, saat aku sm skali tak bisa mendeteksi keberadaanmu..
    Tapi kemudian, pagi hari di bulan november itu pula, kamu memberi kabar,
    Meyakinkanku bahwa aku tidak bermimpi telah menemukan cintaku :')
    Kamu minta maaf krn tertidur sejak aku pergi.
    Ah ya, aku ingat, di malam terakhir aku bersamamu waktu itu, kamu memang terjaga semalaman menghabiskan waktu berkualitas denganku...
    Terimakasih banyak ya ? ⌣̈
    [ş̲̅α̲̅y̅α̲̅ng̲̅], Makasih ya, kemarin udah nyempetin ketemu sama aku walau cuma 5 menit ..
    Waktu itu aku turun di depan lorong.
    Tapi aku cuma berdiiri di sana lamaaaaa banget.
    Aku tanya sama hatiku sendiri, apa aku sudah benar2 siap ketemu sama kamu cintaku, LAGI ?
    Aku bingung banget waktu itu..
    Tapi toh, rasa rinduku menghentakku dalam sadar untuk menemuimu. ⌣̈
    Jadi aku jalan pelan2, deg2an, ke rumah kamu.
    Rumah kamu sepi waktu aku sampai.
    Mobil kamu ada disana, ditutup pakai plastik silver.
    DB 4282 AS .
    Ah.. Aku rindu sekali baca plat nomor itu ⌣̈
    Lalu Utu keluar dan nyapa aku dengan ramah
    "Halo nyonya sungkar !" Katanya
    Bagaimana hatiku tidak berbunga2 saat itu ?
    Utu masih memanggilku seperti dulu :')
    Aku senang..
    Utu bilang kamu ada di warnet, jadi aku pergi kesana.
    Aku sampai, berdiri nggak bisa gerak disana, di depan pagar.
    Ada kamu disana!
    Kemeja biru tuamu, celana MU merahmu, sandalmu, handphone dan dompetmu ..
    Ah, aku rindu..
    Tapi yang buatku terpaku adalah : senyummu itu, yang selalu kelihatan tulus.. Aku rindu..
    Agak lama sampai akhirnya kamu lihat aku di sana.
    Aku senang saat seketika kamu tersenyum, terlihat gembira, dan tak lagi menunggu untuk lompat berdiri dan setengah berlari menghampiriku di luar.
    Kamu yang berdiri disana dengan senyummu yang mematikan itu, benar2 bikin pertahananku hampir roboh !
    Aku harus sekuat tenaga bertahan buat nggak lompat dan meluk kamu di jalan yang banyak orang itu.. !
    Aku nggak tau kenapa, tapi hanya dengan ngelihat kamu baik-baik saja disana setelah lama nggak ketemu, aku bahagia. Bahagia banget :')
    Kamu bilang kamu ngga bisa antar aku ke pangkalan krn mobil kamu ngga boleh dipakai, jadi kamu nawarin aku buat nganterin sampai ujung jalan.
    Tentu tentu !!
    Supaya aku bisa sedikit lebih lama mandangi kamu, cinta abadiku :'D
    Disana di ujung jalan, kamu pesan kalo aku harus rajin, jaga kesehatan, dan nggak boleh nakal.
    Terus kamu nyetop satu angkot buatku.
    Dengan sangat berat, aku seret diri naik.
    Kamu tunggu smpai angkot itu jalan, baru kamu berbalik.
    Aku masih sempat lihat senyum itu lagi saat kamu mencuri pandang ke arahku.
    Dan... Apakah itu kesedihan yg kulihat dimatamu?
    Kedua kalinya sejak november 2012 lalu.
    Ah,aku tidak suka melihatmu sedih dalam senyummu 
    Aku memang berhasil menyeret tubuhku menjauh darimu..
    Tapi maaf ya, aku tidak bisa mencabut hatiku sendiri..
    Masih ada disitu, di hatimu, melekat terlalu erat untuk bisa dilepaskan..
    Aku minta maaf ya ?
    Karena aku tidak pernah bisa berhenti mencintai kamu.
    Sampai saat ini.
    Dan mungkin selamanya akan tetap begini ...
    Tapi, rasa ini nggak pernah hilang kok.
    Iya, rasa [ş̲̅α̲̅y̅α̲̅ng̲̅] ini masih utuh buat kamu ⌣̈
    Aku nggak tau bakal sampai kapan aku bisa bertahan dengan smua sakit , luka , patah hati , harapan, putus asa, dan cinta buatmu ini 
    Mungkin nanti aku baru bisa berhenti [ş̲̅α̲̅y̅α̲̅ng̲̅] sama kamu saat.... Saat Tuhan bilang 'waktunya pulang' :')
    Tapi walaupun nanti aku sudah ndak ada di dunia yang sama dengan kamu sekarang, aku akan mohon sama Tuhanku, bahwa Dia akan mengijinkanku membawa rasa ini bersamaku, kemanapun aku pergi.
    Meski kamu nggak punya rasa yg sama denganku, aku nggak peduli ⌣̈
    Aku terlalu [ş̲̅α̲̅y̅α̲̅ng̲̅] kamu buat peduli tentang perbedaan, jarak, ketidakcintaanmu sama aku, semuanya. Aku nggak peduli.
    Aku tetap [ş̲̅α̲̅y̅α̲̅ng̲̅] ⌣̈
    Aku [ş̲̅α̲̅y̅α̲̅ng̲̅] kamu selamanya, my sweet November , my Peku, my Ramdhan. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com
Sponsored by Free Web Space